Program pengembangan bawang merah Di Muratara Diduga Mark-Up Anggaran

MURATARA – Program pengembangan bawang merah pada Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kembali menjadi perhatian publik. Setelah pengadaan bibit senilai Rp700 juta menjadi sorotan, kini sejumlah item pendukung seperti dolomit dan plastik mulsa ikut dipertanyakan terkait perbedaan harga dengan pasaran.


Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), tercatat paket pengadaan dolomit/kaptan dengan pagu anggaran Rp30.000.000 untuk volume 10.000 kilogram (10 ton).


Jika dihitung, harga satuan dalam dokumen tersebut sekitar Rp3.000 per kilogram. Dengan demikian, harga setara untuk satu karung isi 50 kilogram mencapai sekitar Rp150.000 per karung.


Sementara itu, berdasarkan keterangan sejumlah petani yang biasa membeli langsung di toko pertanian, harga dolomit ukuran 50 kilogram di pasaran berkisar Rp50.000 per karung atau sekitar Rp1.000 per kilogram.

Perbandingan tersebut menunjukkan adanya selisih harga antara perencanaan pengadaan dan harga pasar. Namun demikian, dalam sistem pengadaan pemerintah, harga dapat mencakup komponen tambahan seperti biaya distribusi, pajak, serta margin penyedia.


Selain dolomit, paket plastik mulsa juga menjadi perhatian. Dalam dokumen perencanaan tercatat anggaran Rp80.000.000 untuk 100 roll plastik mulsa, atau sekitar Rp800.000 per roll.


Di sisi lain, harga plastik mulsa lebar 1,2 meter berdasarkan pengakuan salah satu petani yang pernah membeli di sejumlah toko pertanian dilaporkan berada pada kisaran Rp550.000 hingga Rp600.000 per roll.


Perbedaan harga tersebut memunculkan pertanyaan mengenai spesifikasi teknis barang yang dibeli, kualitas produk, serta komponen biaya yang melekat dalam pengadaan.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara belum memberikan keterangan resmi terkait dasar penetapan harga, spesifikasi barang, maupun rincian komponen biaya dalam pengadaan tersebut.(Red)

Tag Terpopuler